sesuaikan alurnya


Assalammualaikum
Salam dari ujung malam
Hari ini aku punya kesempatan untuk menuliskan beberapa beban pikiran yang ada dibenakku saat ini.
Jujur,saat ini semuanya nano nano nggk bisa nulisin secara terstruktur karena masih kacau banget otakku. Saya sedang memikirkan sesuatu. Sebuah teka teki,sebuah cobaan,sebuah rintangan entah apa namanya itu intinya saya sedang dalam sebuah lingkaran dimana saya harus bisa keluar dari lingkarantersebut. Awalnya saya pikir bakal baik baik saja,ternyata orang berpikir lebih jauh lagi,oleh saya sendiri tak terpikirkan hal itu. Iya emang,orang orang cerdas selalu berpikir lebih jauh,apalah saya yang masih gini gini aja.
Sebuah usaha itu pasti ada saya lakukan,tapi saya rasa usahanya belum cukup belum pas untuk mengakhiri ini semua. Apa yang harus saya lakukan,dikedua tempat masing masing ada saya yang terikat. Kadang saya selalu terpikir kenapa selalu disaat yang bersamaan? Ah nanti aja ku pikirkan.
Lanjut ke saya,disetiap perbuatan itu pasti ada positif dan negatifnya. Kita harus siap menerima postifnya dan berlapang dada dengan negatifnya. Yang saya pikirkan gimana cara agar meminimalisir ke negatif an ini? Huft pusing.
Seberapa kuat nya,seberapa sabarnya seseorang pasti mereka punya titik lelah mereka sendiri,karena mereka juga seorang manusia. Ia kita sama,sama sama manusia.
Karena ulah sekelompok  orang,mereka yang udah nggk punya alurnya lagi yaa gini jadinya berantakan. Kenapa orang orang nggk hidup sesuai alurnya,kenapa harus menyimpang? Kenapa sekelompok “mereka”  menjalani aktifitas seolah udah yang paling hebat? Aku kzl.
Makasii.